Sumber Informasi Elektronik vs Sumber Informasi Tercetak : Adakah Perbedaannya dan Mana yang lebih baik?

Sumber Informasi Elektronik vs Sumber Informasi Tercetak : Adakah Perbedaannya dan Mana yang lebih baik?


Perbandingan Sumber Informasi Tercetak dan Sumber Informasi Elektronik

Assalamualaikum wr.wb 


Halo Teman-teman 5D dan seluruh angkatan 2019 dan seterusnya serta semua kawan warga Jipers dan warga prodi umum ataupun keislaman lainnya


Nama saya Ahmad Farhan dari kelas 5D dengan matakuliah Digital Library Marketing dengan dosen pengampu Pak Parhan Hidayat M.Hum. program studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.


Saya akan memberikan tentang ulasan perbandingan Sumber Informasi Elektronik vs Sumber Informasi Tercetak : Adakah Perbedaannya dan Mana yang lebih baik?. Temukan perbedaan ini di artikel bawah ini


Saat ini masyarakat sudah mengenal sumber informasi Elektronik, yang berupa e-journal, e-proceeding, e-book, e-camus, dan lain sebagainya. Namun, disisi lain masyarakat masih terbiasa dengan sumber informasi tercetak berupa buku, jurnal, prosiding, koran, majalah, booklet, dan lain sebagainya. Di era masyarakat informasi ini, sudah beberapa masyarakat menggunakan sumber informasi Elektronik sebagai memudahkan masyarakat dalam mencari informasi. Namun tidak sedikit juga masih terbiasa dengan sumber informasi tercetak dalam keseharian. Informasi yang didapatkan harus memenuhi standar validalitas yang ditemukan dari sumber terkait dan harus mencantumkan juga asal sumbernya, supaya terhindar adanya berita hoaks dan ujaran kebencian serta misleading conception serta misinformasi dan informasi sesat akibat adanya salah memberikan informasi. 


Nah, bagaimana cara membandingkan antara Sumber Informasi Elektronik vs Sumber Informasi Tercetak dan mana yang lebih baik penyampaiannya, berikut ulasan singkat dalam sumber informasi tercetak dan sumber informasi Elektronik. 


Sumber informasi tercetak dan sumber informasi Elektronik


Sumber informasi Elektronik atau Elektronic resources information adalah sumber-sumber informasi yang dikemas atau disimpan dalam bentuk elektronik ataupun digital. Elektronik resources information adalah hasil media dari format lain yang disebut sebagai reproduksi ataupun digitalisasi, dan dapat dikatakan juga yaitu terbitan yang sengaja dikemas dalam format Elektronik atau digital (born digital) sebagai bentuk suatu penerbitan atau e-publishing. Istilah ini juga mencakup dengan sumber informasi non buku yang merupakan sumber informasi yang mencakup penyimpanan CD, DVD, Mikrofilm, Mikrofis, dan lain sebagainya,  yang terdiri dari rekaman suara, musik, film, rekaman video, gambar hidup, Peta Digital, Manuskrip Elektronik dan sebagainya. 


Adapun sumber informasi tercetak atau Paper resources information merupakan kebalikan dari sumber informasi Elektronik, yaitu adalah sumber-sumber informasi yang dikemas atau disimpan dalam bentuk tercetak ataupun berbentuk konvensional. Paper resources information Menurut Yusup yang dikutip oleh Evriza (2011:4) mengatakan bahwa, Sumber daya informasi tercetak adalah salah satu sumber daya informasi yang ditemukan pada sebuah perpustakaan yang digunakan kepada pemustaka untuk memenuhi kebutuhan informasi. Sumber informasi tercetak dapat dikatakan juga yaitu hasil media dari format tercetak, dan dapat dikatakan juga yaitu terbitan yang sengaja dikemas dalam format tercetak atau konvensional sebagai bentuk suatu penerbitan atau paper publishing. Istilah ini juga mencakup dengan sumber informasi buku yang merupakan sumber informasi yang mencakup buku, skripsi, prosiding, thesis, disertasi, booklet, dan lain sebagainya. 


Dari segi koleksinya


Koleksi pada sumber informasi tercetak yang mencakup pada buku, seperti kamus, buku berseri, monograf tunggal, koran, majalah, laporan penelitian, paten, karya undang-undang, almanak, pamflet, booklet, manuskrip dan sebagainya. Koleksi ini hanya diberikan pada berbentuk tercetak dan umumnya hanya peminjaman 7 hari dalam monograf tunggal, dan berseri, sedangkan untuk karya akademik, seperti skripsi, thesis, disertasi, pidato pengukuhan, dan lain sebagainya, juga referensi umumnya tidak dibawa pulang. Selain itu, sumber informasi tercetak hanya melayani jasa fotokopi yang tidak lebih dari jumlah yang disarankan, karena menjaga hak cipta dari adanya unsur pembajakan. Jadi,  koleksi ini difotokopi hanya untuk kepentingan akademis, informasi, dan edukasi, tidak untuk digunakan komersial. Selain itu juga koleksi ini juga umumnya berat jika dibawa pulang karena kurang praktis jika dibawa kembali ke kampus ataupun dibawa kemana-mana, karena bahan koleksi tercetak hanya meminjamkan koleksi maksimal 5 buku saja dari perpustakaan, umumnya mahasiswa dan dosen yang sudah pernah menggunakan koleksi ini ataupun masyarakat awam yang terbiasa menggunakan koleksi ini. 


Koleksi pada sumber informasi Elektronik yang mencakup pada e-book, e-journal, e-camus, CD ROM Databases, e-proceeding, DVD, CD, Internet Resources, terdiri website, subject gateways, A guide to flnding Quality Information on tiie Internet, Search Engines, E-mail, News group (Usenet), Electronics Conferences, Social Media, dan lain sebagainya. Untuk koleksi ini bisa digunakan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dan umumnya bisa didownload tanpa sambungan internet atau bisa juga dibaca dengan sambungan internet. Bahan ini juga didapatkan dalam bentuk format file PDF, docx, xls, ataupun format lain yang dibutuhkan. Namun, sumber informasi Elektronik belum sepenuhnya valid, dikarenakan ada beberapa koleksi yang melanggar hak cipta, pelanggaran privasi, koleksi yang digunakan sepotong-sepotong tanpa utuh, ada juga koleksi yang digunakan salah edit, salah cetak, halamannya tidak berurut, dan informasinya juga sengaja dimanipulasi untuk kepentingan pribadi. Akibatnya timbul berbagai masalah dalam memahami informasi, misalnya informasi palsu, informasi direkayasa dan lain sebagainya. Namun perlu dicermati lagi asal sumber informasinya apakah dari sumber lain atau dibuat sendiri dengan mencantumkan sumber aslinya?, yang pasti harus mempertanyakan kredibilitas penerbit dan penulisnya. Umumnya sumber informasi Elektronik dapat dibaca oleh kalangan milenial dan masyarakat yang melek informasi digital serta paham dengan teknologi digital. 


Kesimpulan


Di era keterbukaan informasi, tidak ada sumber informasi yang lebih baik atau lebih bagus dari sumber informasi lainnya, karenanya antar sumber informasi menjadi konsepnya mereka saling melengkapi satu sama lain. Kedua sumber informasi diatas yaitu sumber informasi tercetak dan sumber informasi Elektronik memiliki keunggulan dan kelebihannya masing-masing, tinggal kita sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing dan sesuai dengan kelompok masyarakat yang membutuhkan informasi tersebut. Dalam era kolaborasi, kita tidak hanya mengandalkan satu sumber informasi, melainkan juga berkolaborasi dengan sumber informasi lainnya, sehingga saling melengkapi satu sama lain, tidak ada koleksi sumber informasi yang lebih hebat dan lebih sempurna dalam menggunakan perpustakaan, namun haruslah melengkapi dan menjalin kebersamaan dan kekeluargaan dalam menghargai perbedaan dan keragaman koleksi. Jadi, dibutuhkan koleksi untuk mengevaluasi atau menilai koleksi untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan jenis sumber informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. 


Literasi tidak hanya baca dan tulis saja, melainkan juga menafsirkan, memilah dan memilih informasi, mempromosikan, memproduksi kan, bahkan juga menjadi kolaborasi antar bidang. Karena kita keluarga besar, yuk kembangkan literasi yang ada dari buku ini dan berbagai sumber yang ada ya. Ada sedikit quotes dari prodi kita yang memiliki kekeluargaan


"Kita ini adalah keluarga, jadi kalau kita memiliki rasa kekeluargaan dengan memiliki sekadarnya bukan sekedarnya"


"Kolaborasi sangat penting dalam prinsip kekeluargaan, jadi terus kembangkan network kita selama menjadi keluarga besar prodi kita dan seluruh prodi yang ada"


Demikian ulasan singkat tentang perbandingan Sumber Informasi Elektronik vs Sumber Informasi Tercetak : Adakah Perbedaannya dan Mana yang lebih baik?. Mudah-mudahan tentang ulasan ini bisa diterapkan di dunia kerja dan di praktekkan dalam kehidupan sehari-hari serta bermanfaat dalam membaca ulasan saya dalam memberikan komentar positif dan membangun serta menjadikan positif vibes dalam semangat membuat tulisan berikutnya. Aaamiiinnn.


Kurang lebih mohon maaf ada kesalahan dan kekhilafan dalam pengerjaan mohon di maafkan 


Wabillahi Taufik wal hidayah 


Wassalamualaikum wr.wb 


Terimakasih dan sampai berjumpa di pembahasan berikutnya


Semoga bermanfaat


Salam Literasi, literasi untuk kesejahteraan kita semua

Komentar

  1. Mantappp Terima kasih Farhan atas informasinya

    BalasHapus
  2. bagus banget nihh, makasih ya kakk sangat informatif

    BalasHapus
  3. Wahh informasinya bermanfaat bngt nih, makasii yaak><

    BalasHapus
  4. Makasih farhan atas infonya yang bermanfaat!!

    BalasHapus
  5. Sangat menarik han, makasih informasinya👍

    BalasHapus
  6. Bagus banget informasinya tentang seo jadi nambah wawasan saya bgt

    BalasHapus
  7. Bagus banget nihh, makasih ya kak sangat informatif

    BalasHapus
  8. Makasih informasinya jadi tau perbedaan kedua hal tersebut

    BalasHapus
  9. setujuu, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dan punya penggemarnya sendiri jadi sulit untuk memilih mana yang lebih bagus. makasih infonya

    BalasHapus
  10. Setuju banget si, saling melengkapi satu sama lain, mungkin di era sekarang ini kita di tuntut serba digital, namun terletak pun tetap ada dan masih berguna bagi orang² yang mungkin belum memahami penggunaaan digital

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Literasi Informasi dalam Lingkup Pendidikan Inklusi Sosial : Studi Kebudayaan dan Masyarakat Sosial di Indonesia

Search Engine Optimization (SEO) On Page dalam Pengembangan Digital Library Marketing untuk Perpustakaan dan Lembaga Informasi

Masalah arah kebijakan pengembangan perpustakaan bagi generasi milenial