Masalah arah kebijakan pengembangan perpustakaan bagi generasi milenial

Opini pribadi Masalah arah kebijakan pengembangan perpustakaan bagi generasi milenial

Assalamualaikum wr.wb 

Halo Teman-teman 5D dan seluruh angkatan 2019 dan seterusnya serta semua kawan warga Jipers dan warga prodi umum ataupun keislaman lainnya

Nama saya Ahmad Farhan dari kelas 5D dengan matakuliah Digital Library Marketing dengan dosen pengampu Pak Parhan Hidayat M.Hum. program studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Saya akan memberikan opini pribadi yang berkaitan dengan opini pribadi masalah arah kebijakan pengembangan perpustakaan bagi generasi milenial

Perpustakaan pada masa kini akan cenderung berubah setiap pada waktu dan kehidupan di masa kini serta yang akan datang. Kebijakan perpustakaan pada masa pandemi akan cenderung merugikan masyarakat. Namun, disisi lain akan memberikan keuntungan dalam mengakses informasi digital. Dengan adanya digital Library, masyarakat mudah mengakses berbagai macam koleksi dimulai dari e-book, e-journal, e-proceeding, dan sebagainya. 

Nah, jika dilihat sudut pandang arah kebijakan pengembangan perpustakaan bagi generasi milenial, literasi digital juga dikembangkan lagi dalam era seperti ini. Namun, apakah Indonesia sudah menerapkan konsep seperti ini? Sejauh saya belum, karena masyarakat di zaman kini masih menyebarkan berita hoaks, ujaran kebencian, isu SARA, isu politik yang mengakibatkan polarisasi, isu pornografi dan pornoaksi, serta masih ada lagi isu yang merebak di masyarakat. Belum lagi, adanya kesenjangan antara masyarakat melek informasi dengan masyarakat buta informasi, keterampilan atau skill literasi masih minim, perubahan teknologi, isu UU ITE, UU hak cipta, konflik informasi, dan sebagainya, sehingga menimbulkan multitafsir informasi, kecemasan, kecemburuan, bahkan tidak sedikit pun juga adanya kekerasan, konflik hingga kerusuhan, bahkan juga kerugian multidimensi yang tidak tergantikan. 

Oleh karena itu, tantangan tersebut bisa diubah dengan memberikan sosialisasi dan enkulturasi serta pengenalan budaya dalam penggunaan perpustakaan dan lembaga informasi dengan cara mengajak masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan, memberikan pengenalan pendidikan pemakai dan literasi informasi, mengenalkan teknologi dengan etika serta memberikan skill literasi dalam berbagai keragaman, sehingga diharapkan masyarakat dapat mengenalkan keanekaragaman informasi yang tidak hanya satu sumber, melainkan juga multi informasi yang didapatkan dengan memberikan wawasan informasi dalam menelusur dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Namun tidak hanya itu, masyarakat juga menyaring informasi yang sesuai dengan minat mereka, bidang mereka, kebutuhan mereka, ataupun juga membandingkan antara informasi yang benar dengan informasi yang keliru, serta mengevaluasi kembali informasi dengan menilai kualitas informasi yang didapatkan dari mana sumber tersebut, apakah informasi didapatkan valid, apakah informasi tersebut bermanfaat, apakah informasi tersebut sesuai dengan kebutuhan, dan apakah informasi didapatkan harus dibagikan?. Nah, itu bisa menilai dari segi sumbernya, ketepatan informasi, kebermanfaatan, segi kebutuhan informasi, dan membagikan informasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

Perpustakaan tidak hanya sebagai jendela atau jantung peradaban ilmu pengetahuan, melainkan juga sebagai wahana literasi yang memberikan pendidikan pemakai informasi yang diajarkan oleh masyarakat dalam cara menggunakan e-resource, online database, website, opac, ataupun digital Library dan tentunya juga digital marketing yang mempromosikan pemasaran barang dan jasa yang ditawarkan oleh pemilik informasi. Perpustakaan di masa depan tidak hanya tempat berkumpul dan berdiskusi dalam seputar informasi perpustakaan, melainkan juga sebagai tempat untuk silahturahmi dan bahkan juga memberikan layanan prima perpustakaan serta sebagai tempat untuk me-manage koleksi informasi, baik bentuk tercetak maupun elektronik dan juga sebagai media pembelajaran serta sebagai pendidikan kedua setelah sekolah ataupun Perguruan tinggi. Nah, apapun informasi yang didapatkan beragam, jika untuk menyatukan perbedaan antara pustakawan masa kini dengan masa lampau, walaupun berbeda generasi, tetapi bisa berkolaborasi, menjalin kekeluargaan, solidaritas, dan menghargai perbedaan, layaknya multikulturalisme sosial budaya di Indonesia. Walaupun berbeda tradisi, agama, suku bangsa dan sebagainya jika mau berubah maka kita bersatu dalam berbagai perbedaan. Integrasi wujud perdamaian sosial dan moderasi sebagai wujud ke netralitas untuk tidak memihak antara golongan kiri dan kanan. 

Literasi digital juga memberikan efek positif dalam menetralisir adanya konten negatif maupun konten toksik dalam memilah dan memilih informasi yang sesuai. Supaya informasi yang didapatkan objektif, kredibel, akurat dan terhindar dari adanya penyimpangan informasi, baik berupa disinformasi, misinformasi maupun malinformasi, dan beberapa informasi simpang siur lainnya. Perpustakaan dan lembaga informasi adalah jendela informasi dan sebagai pendidikan informasi, sekaligus rumah kedua setelah rumah yang memberikan kenyamanan dan kebahagiaan dalam memberikan informasi secara update, namun mendidik serta bermoral. 

Literasi tidak hanya baca dan tulis saja, melainkan juga menafsirkan, memilah dan memilih informasi, mempromosikan, memproduksi kan, bahkan juga menjadi kolaborasi antar bidang. Karena kita keluarga besar, yuk kembangkan literasi yang ada dari buku ini dan berbagai sumber yang ada ya. Ada sedikit quotes dari prodi kita yang memiliki kekeluargaan

"Kita ini adalah keluarga, jadi kalau kita memiliki rasa kekeluargaan dengan memiliki sekadarnya bukan sekedarnya"

"Kolaborasi sangat penting dalam prinsip kekeluargaan, jadi terus kembangkan network kita selama menjadi keluarga besar prodi kita dan seluruh prodi yang ada"

Demikian opini singkat tentang opini pribadi masalah arah kebijakan pengembangan perpustakaan bagi generasi milenial. Mudah-mudahan tentang opini ini bisa diterapkan di dunia kerja dan di praktekkan dalam kehidupan sehari-hari serta bermanfaat dalam membaca opini pribadi saya dalam memberikan komentar positif dan membangun serta menjadikan positif vibes dalam semangat membuat tulisan berikutnya. Aaamiiinnn.

Kurang lebih mohon maaf ada kesalahan dan kekhilafan dalam pengerjaan mohon di maafkan 

Wabillahi Taufik wal hidayah 

Wassalamualaikum wr.wb 

Terimakasih dan sampai berjumpa di pembahasan berikutnya

Semoga bermanfaat

Salam Literasi, literasi untuk kesejahteraan kita semua

Komentar

  1. Terima kasih farhan informasi nya sangat membagongkan👍

    BalasHapus
  2. wahhhhh farhan keren bangettt materinya

    BalasHapus
  3. Ilmunya bermanfaat ka, terima kasih atas penyajian ilmu ttg digital literasi ka

    BalasHapus
  4. terimakasih atas informasinya yang sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan pembaca

    BalasHapus
  5. mantap farhan informasinya, sukses terus👍👍

    BalasHapus
  6. Informasinya bermanfaat banget, terima kasih farhan!!!

    BalasHapus
  7. Informatif sekali farhan artikelnya.... Semangat terus berbagi hal positif lainnya :)

    BalasHapus
  8. Keren bangettt kontennyaaa sangat bermanfaat

    BalasHapus
  9. keren banget infonya, jadi membuka wawasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap kadep kominfo a.k.a faiq garda terdepan informasi

      Hapus
  10. Bagus farhan. Semangat terus ya 👍🏼

    BalasHapus
  11. Terimakasih Farhan, informasinya bermanfaat bngt nih~

    BalasHapus
  12. Terima kasih Farhan atas penjelasan atas masalah kebijakan pengembangan perpustakaan

    BalasHapus
  13. wih mantul farhan infonyaaa, ditunggu konten selanjutnyaaa!

    BalasHapus
  14. Infonya bermanfaat sekali, terimakasih kak ditunggu konten selanjutnya!!

    BalasHapus
  15. keren lengkap banget informasinya, semangat terus untuk konten selanjutnya farhan!!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Literasi Informasi dalam Lingkup Pendidikan Inklusi Sosial : Studi Kebudayaan dan Masyarakat Sosial di Indonesia

Search Engine Optimization (SEO) On Page dalam Pengembangan Digital Library Marketing untuk Perpustakaan dan Lembaga Informasi